Kebijakan pemerintah
Indonesia untuk membebaskan visa bagi wisatawan yang berasal dari 5
negara tengah menjadi perhatian dunia. Banyak pula tanggapan positif
atas langkah tersebut.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengungkapkan bahwa biaya pembuatan visa senilai $US35 untuk warganegara Australia, Cina, Jepang, Korsel, dan Rusia yang bertujuan ke Indonesia dapat dihapuskan tahun depan. Hal ini merupakan langkah yang ditempuh Kementerian Pariwisata bersama Kemenko Maritim untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
Kebijakan tersebut rupanya tak hanya ramai di dalam negeri, melainkan
juga menjadi sorotan dunia, terutama pemberitaan di Australia, kemudian
media massa Asia Pasifik bahkan Dailymail Inggris.
The Australian, Travel Weekly Australia, Herald Sun, dan The Sydney Morning Herald merupakan beberapa media Australia yang banyak mengulas kebijakan tersebut. Kemudian disusul dengan komentar AsiaOne yang mengatakan kalau ini adalah strategi Indonesia untuk meraih wisatawan sebanyak mungkin dari 5 negara tersebut.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengungkapkan bahwa biaya pembuatan visa senilai $US35 untuk warganegara Australia, Cina, Jepang, Korsel, dan Rusia yang bertujuan ke Indonesia dapat dihapuskan tahun depan. Hal ini merupakan langkah yang ditempuh Kementerian Pariwisata bersama Kemenko Maritim untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
The Australian, Travel Weekly Australia, Herald Sun, dan The Sydney Morning Herald merupakan beberapa media Australia yang banyak mengulas kebijakan tersebut. Kemudian disusul dengan komentar AsiaOne yang mengatakan kalau ini adalah strategi Indonesia untuk meraih wisatawan sebanyak mungkin dari 5 negara tersebut.
Pada Rabu (5/11) kemarin situs Dailymail Inggris pun mengulas berita tersebut. “Surfing
meningkat, harga turun: Tujuan liburan utama warga Australia akan lebih
murah lagi dengan rencana Indonesia untuk membebaskan biaya visa turis
Australia,” demikian judul yang dituliskan oleh DailyMail.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar